Saat ini, kebiasaan begadang sudah menjadi hal yang umum di kalangan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang mengorbankan waktu tidur demi menyelesaikan tugas, belajar menjelang ujian, atau sekadar menggunakan media sosial. Padahal, kurang tidur bukanlah hal yang sepele.
Jika dilakukan secara terus-menerus, kondisi ini dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik maupun mental. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu kurang tidur, penyebabnya, serta dampaknya agar mahasiswa dapat lebih bijak dalam mengatur waktu istirahat.
Kurang tidur adalah kondisi ketika seseorang tidak mendapatkan waktu istirahat yang cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 7–9 jam setiap malam agar tubuh dapat berfungsi dengan optimal (Sleep Foundation, 2025).
Baca juga: Pentingnya Kualitas Tidur pada Mahasiswa
Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk melakukan proses pemulihan, baik secara fisik maupun mental.
Salah satu penyebab utama kurang tidur pada mahasiswa adalah penggunaan gadget di malam hari. Banyak mahasiswa yang menghabiskan waktu untuk bermain media sosial, menonton video, atau bermain game hingga larut malam. Selain itu, paparan cahaya dari layar gadget dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur, sehingga membuat seseorang lebih sulit untuk tidur (MedlinePlus, 2024).
Selain penggunaan gadget, manajemen waktu yang kurang baik juga menjadi faktor penting. Mahasiswa sering menunda pekerjaan hingga mendekati batas waktu (deadline), sehingga terpaksa begadang untuk menyelesaikan tugas. Kebiasaan ini jika dilakukan terus-menerus dapat mengganggu pola tidur alami dan menyebabkan kelelahan kronis.
Baca juga: Kendalikan Diri, Lawan Revenge Bedtime Procrastination
Dampak kurang tidur terhadap kesehatan fisik cukup signifikan. Kurang tidur dapat menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah, menurunnya daya tahan tubuh, serta meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung (National Heart, Lung, and Blood Institute, 2022). Hal ini terjadi karena tubuh tidak memiliki waktu yang cukup untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.
Selain itu, kurang tidur juga berdampak pada fungsi otak. Mahasiswa yang kurang tidur cenderung mengalami kesulitan berkonsentrasi, daya ingat menurun, dan kemampuan berpikir menjadi kurang optimal. Kondisi ini tentu akan memengaruhi performa akademik, seperti sulit memahami materi perkuliahan dan menurunnya hasil belajar (Medical News Today, 2024).
Dari segi kesehatan mental, kurang tidur dapat menyebabkan perubahan suasana hati (mood swing) yang drastis. Seseorang menjadi lebih mudah marah, stres, bahkan berisiko mengalami gangguan kecemasan atau depresi. Kurang tidur juga dapat mengurangi kemampuan seseorang dalam mengontrol emosi, sehingga berdampak pada hubungan sosial dengan teman atau lingkungan sekitar (Sleep Foundation, 2025).
Untuk mengatasi masalah kurang tidur, mahasiswa perlu mulai menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Mengatur jadwal belajar dengan baik, menghindari penggunaan gadget sebelum tidur, serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman merupakan langkah penting. Selain itu, menjaga konsistensi waktu tidur dan bangun setiap hari juga dapat membantu tubuh memiliki ritme tidur yang lebih teratur (MedlinePlus, 2024).
Baca juga: Akibat Kecanduan Gadget terhadap Perkembangan Belajar Mahasiswa
Dengan demikian, kurang tidur bukanlah hal yang sepele karena dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan fisik dan mental mahasiswa. Kebiasaan begadang yang sering dianggap wajar justru dapat menurunkan kualitas hidup dan prestasi akademik. Oleh karena itu, setiap mahasiswa perlu lebih sadar akan pentingnya tidur yang cukup agar tetap sehat, fokus, dan produktif dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Referensi
Medical News Today. (2024). Sleep Deprivation. Available at: https://www.medicalnewstoday.com/articles/307334
MedlinePlus. (2024). Healthy Sleep. Available at: https://medlineplus.gov/healthysleep.html
National Heart, Lung, and Blood Institute. (2022). Sleep Deprivation and Health Effects. Available at: https://www.nhlbi.nih.gov/health/sleep-deprivation/health-effects
Sleep Foundation. (2025). Effects of Sleep Deprivation. Available at: https://www.sleepfoundation.org/sleep-deprivation/effects-of-sleep-deprivation
Penulis: Regina Gea Aprilia
Mahasiswa Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi













