Film  

Resensi Film: Merindu Cahaya De Amstel, Kisah Mualaf Gadis Belanda

Film Merindu Cahaya De Amstel

1. Identitas Film

Judul Film: Merindu Cahaya De Amstel
Sutradara: Hadrah Daeng Ratu
Produser: Oswin Bonifanz Yoen K.
Penulis: Benni Setiawan
Didasarkan oleh: Merindu Cahaya de Amstel oleh Arumi E.
Gendre: Drama religi
Perusahaan Produksi:

  • Maxstream Original
  • Unlimited Production
  • Maxima Production
  • Dwi Abisatya Persada
  • Imperial Pictures

Tanggal Rilis: 20 Januari 2022
Durasi: 107 menit
Pemeran:

  • Amanda Rawles
  • Rachel Amanda
  • Bryan Domani
  • Oki Setiana Dewi

2. Sinopsis

Film ini menceritakan perjalanan hidup seorang gadis Belanda yang memeluk agama Islam di tengah keluarganya yang beragama Katholik. Ia bernama Khadija Veenhoven dengan nama asli Marien Veenhoven memiliki sahabat bernama Fatimah.

Khadija yang dulunya adalah seorang yang jauh dari agama dan pernah melakukan seks bebas sampai keluarganya mengetahui akan hal itu.

Khadija dibenci dan diasingkan oleh keluarganya sendiri, sampai suatu malam khadija sendiri di dalam mobil memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya, untungnya Fatimah yang mengetahui akan hal itu langsung menyelamatkan Khadija.

Fatimah memberikan nasehat pada Khadija mengenai kehidupan seorang muslim. Khadija yang merasa nyaman dengan agama islam, memutuskan untuk memeluk agama islam.

Seiring dengan berjalannya waktu, Khadija yang mulai istiqomah menunaikan ajaran-ajaran agama Islam mendapat ujian mulai dari mantannya yang datang kembali ke kehidupan Khadijah.

Masuknya Nico ke kehidupan Khadija dimulai dari hari dimana Nico yang memotret Khadija yang di fotonya terdapat pancaran cahaya, membuat Nico penasaran dan mengejar-ngejar Khadija untuk Khadija bersedia fotonya diunggah di media, Khadija sempat beberapa kali menolak.

Suatu hari Khadija mendapatkan tugas dari Kampusnya mengenai bahasa Indonesia. Nico yang tidak segan membantunya membuat Khadija merasa hutang budi kepada Nico karena telah membantunya.

Khadija menghubungi Nico dan memberi izin kepada Nico untuk mempublish fotonya dan mewawancarainya.

Setelah mewawancarai Khadija, Nico merasa bahwa dirinya telah jatuh hati kepada Khadija. Namun, ada perbedaan agama yang membuatnya tidak bisa bersama dengan Khadija.

Nico sempat mengungkapkan perasaannya kepada Khadija. Nico mengatakan bahwa dirinya siap mengikurti agama Islam tapi hal itu ditolak oleh Khadija karena Nico masuk agama Islam bukan karena kecintaannya namun karena Khadija.

Hal tersebut membuat Khadija menghindari Nico tidak hanya itu Khadija menghindari Nico karena sahabatnya Kamala jatuh hati kepada Nico.

Kamala menyadari bahwa Nico tidak cinta padanya dan memilih untuk mengikhlaskan Nico bersaa dengan Khadija. Khadija yang hendak pergi dari kota dan menemui keluarganya untuk minta maaf dicegah oleh Nico dengan menyatakan perasaannya kepada Khadija dan memberi tahu kalau dirinya masuk Islam karena kecintaannya kepada Islam bukan karena Khadija.

Mereka berdua menemui keluarga Khadija untuk meminta maaf atas perbuatan Khadija dan Nico meminta restu untuk mempersunting Khadija.

3. Kelebihan

Film ini tidak hanya menghadirkan romansa tetapi juga terdapat komedinya, fisualisasi kota yang indah, film ini menginspirasi semua manusia mengenai pentingnya mempelajari agama, juga difilm ini mengajari banyak pelajaran hidup.

4. Kekurangan

Ending dari film ini mudah ditebak yang menjadikan film ini kurang greget dan mudah bosan.

Penulis: Fitra Anggraeni
Siswa SMA Negeri 1 Kepanjen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *