Penanaman Keterampilan Literasi dalam Meningkatkan Literatur Anak Sekolah Dasar

Literatur Anak Sekolah Dasar
Ilustrasi Literatur Anak Sekolah Dasar (Sumber: Media Sosial dari freepik.com)

Pengertian Literasi

Literasi adalah kemampuan seseorang dalam memahami, menggunakan, dan menganalisis informasi dalam berbagai bentuk, baik tertulis, numerik ataupun media.

Secara keseluruhan literasi adalah kemampuan individu dalam membaca, menulis, berbicara, mendengarakan dan memahami sebuah informasi secara efektif.

Yang tidak terbatas pada keterampilan saja, tetapi harus mencakup kemampuan kritis dalam menganalisis, mengevaluasi dan dapat menerapkan informasi apa pun dalam berbagai situasi. Dengan demikian, literasi ini mencakup beragam aspek yang memungkinkan membuat seseorang produktif dan kompleks.

Literatur adalah suatu karya atau sumber informasi yang menjadi rujukan dalam berbagai bidang, termasuk Pendidikan. Sedangkan secara Estimologis, Literasi berasal dari bahasa Latin “Literatur” yang mengandung makna “Orang yang belajar”.

Literasi merupakan keterampilan mendasar yang harus dimiliki oleh semua orang, baik sejak usia dini, anak-anak, remaja maupun orang dewasa.

Literasi ini merupakan kegiatan membaca dan menulis yang nantinya akan sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, sehingga berdampak besar pada cara berpikir kita dalam mengolah dan memahami sebuah informasi dan bisa memperoleh wawasan dan pengetahuan melalui literasi.

Membahas mengenai literasi, saat ini pendidikan di Indonesia masih menduduki posisi rendah dibandingkan dengan negara lain yang berada lebih unggul di bagian pendidikan. Di sisi lain, kenapa penyebab pendidikan di Indonesia ini masih rendah?

Salah satunya adalah kurangnya literasi pada siswa-siswi. Dimana kurangnya minat membaca inilah yang mempengaruhi pengetahuan dan juga keterampilan mereka yang tak bisa mereka kuasai dibandingkan siswa-siswi yang memiliki minat baca.

Menurut data statistik UNESCO (The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) yang dengan resmi mendeklarasikan Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Nasional di setiap tanggal 8 September.

Menurut data UNESCO minat baca pada pada masyarakat Indonesia sangat memprihatinkan yaitu persentasenya hanya 0,001% saja, yang berarti dari 1000 orang Indonesia hanya terdapat 1 yang rajin membaca.

Sedangkan, riset yang berjudul World’s Most Literate Nations Ranked pada tahun 2016 yang dilakukan oleh Central Connecticut State University Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara yang memiliki tingkat literasi rendah.

Dan menurut Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendibukdristek) pada tahun 2022 nilai budaya literasi indonesia naik sebesar 57,4 poin yang dimana meningkat 5,7% dibanding tahun sebelumnya.

Rendahnya minat membaca yang membuat rangking literasi Indonesia berada dibawah ini seharusnya terdapat pembiasaan membaca, dimana membaca dimulai saat anak masih usia dini, walaupun anak masih bayi dan belum memahami kata-kata tapi hal ini dapat meningkatkan koneksi positif terhadap literasi.

Pada usia golden age, di fase ini anak-anak mengalami pertumbuhan yang sangat cepat, di mana pada usia ini literasi sudah seharusnya mulai diterapkan pada anak sehingga pada awal memasuki sekolah dasar anak dapat lebih mengembangkan lagi literasinya.

Dalam Penanaman Keterampilan Literasi dalam Meningkatkan Literatur Anak Sekolah Dasar, dalam konteks ini tak hanya meningkatkan kemampuan literasi peserta didik saja yang dimana diantaranya hanya mencakup kemampuan membaca, menulis dan juga numerasi.

Tetapi literasi dapat lebih meluas lagi meliputi sebuah kemampuan intelektual, emosi, keahlian hingga perilakunya. Literasi juga mencakup berbagai ragam keterampilan seperti literasi sekolah, literasi media dan sebagainya.

Dalam upaya penanaman keterampilan ini, sekolah dapat mengayakan beberapa kegiatan yang bisa menjadi pembiasaan dalam meningkatkan literatur siswa-siswi di sekolahnya:

1. Program Membaca Rutin

Sekolah dapat mengatur program membaca berkala atau rutin di sekolah seperti waktu membaca sebelum jam masuk ataupun mengadakan acara berkunjung ke perpustakaan dan memilih buku bersama anak-anak untuk didiskusikan ceritanya sehingga mendorong anak-anak untuk bertanya mengenai buku yang dibacanya.

2. Kegiatan Menulis Kreatif

Dalam kegiatan ini, ajak anak-anak untuk menulis puisi atau cerpen untuk mengembangkan keterampilannya dalam menulis, lalu adakan lomba sehingga anak-anak dapat dengan semangat mengikuti lomba menulis dengan hasil karya puisi atau cerpennya.

3. Permainan Berbasis Kata

Permainan ini dapat dilakukan saat pembelajaran atau diakhir, materi pembelajaran yang sudah dipelajari di kelas lalu buatlah permainan dengan kata-kata dan teki-teki agar anak saat pembelajaran di dalam kelas terasa menyenangkan dengan permainan berbasis kata sambil mereka belajar.

4. Membuat Pertunjukan Seni Drama

Untuk menampilkan pertunjukan drama dipastikan anak-anak dapat banyak membaca dan menghafal dialog pada teks naskah pertunjukan mereka. Kegiatan ini tentunya akan sangat menambah kosa kata dan juga keterampilan mereka terhadap seni.

Tujuan setiap kegiatan di atas yaitu dalam konteks membaca dapat mendorong anak sekolah dasar dalam mengembangkan keterampilan membacanya, lancar dalam memahaminya dengan baik terhadap huruf, kata-kata, dan memahami teks sederhana.

Sedangkan dalam konteks menulis dapat mengajarkan anak-anak dalam mengekpresikan ide dan pengalaman mereka melalui sebuah tulisan, memperkenalkan mereka pada penulisan-penulisan dasar seperti huruf, kata dan kalimat sederhana.

Penulis: Sri Rahayu
Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pelita Bangsa

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *