Salah pilih jurusan merupakan salah satu isu karier yang sering dialami banyak pelajar dan mahasiswa, dan sering kali dimulai dari keputusan yang diambil terlalu cepat tanpa benar-benar memahami diri sendiri.
Tidak sedikit orang memilih jurusan karena mengikuti keinginan orang tua, pengaruh teman, atau sekadar ikut tren yang terlihat ‘menjanjikan’, tanpa mempertimbangkan minat dan bakat pribadi.
Awalnya mungkin terasa baik-baik saja, tetapi seiring berjalannya waktu muncuri perasaan tidak nyaman, bosan, hingga kehilangan semangat belajar karena merasa tidak ‘nyambung’ dengan apa yang dipelajari.
Baca Juga: Mengenal Jurusan Teknik Lingkungan: Kurikulum dan Potensi Karier
Bahkan, ada yang mulai mempertanyakan masa depan mereka dengan pikiran seperti, “Apakah ini benar jalan yang aku inginkan?” atau “Apa aku bisa sukses di bidang ini?” Perasaan ragu dan cemas ini wajar, tetapi jika dibiarkan bisa memengaruhi kepercayaan diri dan arah karier ke depan.
Namun, penting untuk diingat bahwa salah pilih jurusan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bisa menjadi titik awal untuk lebih mengenal diri sendiri. Banyak orang sukses yang justru menemukan jalan kariernya setelah keluar dari jurusan yang tidak sesuai.
Kuncinya adalah berani mengevaluasi diri, mencari tahu apa yang benar-benar disukai dan dikuasai, serta mulai mengambil langkah kecil seperti belajar skill baru, mengikuti kegiatan di luar jurusan, atau membangun pengalaman melalui organisasi dan magang.
Baca Juga: Apa itu Jurusan Farmasi: Mata Kuliah, Peluang Karier, dan Estimasi Gaji
Dunia kerja saat ini juga semakin terbuka, di mana kemampuan dan pengalaman sering kali lebih dihargai dibandingkan sekadar latar belakang jurusan.
Oleh karena itu, daripada terus menyesali pilihan, lebih baik fokus pada bagaimana memanfaatkan kondisi saat ini untuk berkembang dan menciptakan peluang baru yang lebih sesuai dengan diri sendiri.
Penulis: Marsha Shallom Lovewila Widjoyo (2511150018)
Mahasiswa Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Indonesia
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi













