Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual terhadap peningkatan keterampilan menyimak siswa kelas II SDN 26 Bancoh.
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan menyimak siswa yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan kurangnya penggunaan media yang menarik.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen berupa pretest-posttest control group design.
Subjek penelitian terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan menggunakan media audio visual dan kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional.
Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan nontes berupa lembar observasi.
Data dianalisis menggunakan uji statistik, yaitu uji t untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum dan sesudah perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan menyimak siswa setelah menggunakan media audio visual.
Dengan demikian, penggunaan media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Kata kunci: media audio visual, keterampilan menyimak, pembelajaran Bahasa Indonesia, sekolah dasar
Abstract
This study aims to determine the effect of using audiovisual media on improving the listening skills of second-grade students at SDN 26 Bancoh.
The background of this research is based on the low listening ability of students caused by conventional teaching methods and the lack of engaging learning media.
This study employs a quantitative approach with an experimental design using a pretest-posttest control group design.
The research subjects consist of two groups: the experimental group, which is taught using audiovisual media, and the control group, which uses conventional teaching methods.
Data collection techniques include test and non-test instruments in the form of observation sheets.
The data are analyzed using statistical tests, specifically the t-test, to determine differences before and after treatment.
The results indicate that there is a significant improvement in students’ listening skills after the use of audiovisual media.
Therefore, audiovisual media is proven to be effective in enhancing students’ listening skills in Indonesian language learning.
Keywords: audiovisual media, listening skills, Indonesian language learning, elementary school
Latar Belakang
Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan berbahasa siswa, yang meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
Salah satu keterampilan dasar yang harus dikuasai sejak dini adalah keterampilan menyimak, karena menjadi fondasi bagi keterampilan berbahasa lainnya (Mazura et al., 2025).
Namun, dalam praktiknya, keterampilan menyimak sering kali kurang mendapatkan perhatian optimal dalam proses pembelajaran.
Berdasarkan hasil observasi di kelas II SDN 26 Bancoh, ditemukan bahwa kemampuan menyimak siswa masih rendah.
Hal ini ditandai dengan kurangnya kemampuan siswa dalam memahami informasi yang disampaikan secara lisan, kesulitan dalam menjawab pertanyaan terkait isi cerita, (Haryani et al., 2025).
Salah satu penyebabnya adalah penggunaan metode pembelajaran yang masih konvensional dan kurang memanfaatkan media yang menarik.
Perkembangan teknologi pendidikan saat ini memberikan peluang bagi guru untuk memanfaatkan berbagai media pembelajaran, salah satunya adalah media audio visual.
Media audio visual mampu menyajikan informasi secara lebih konkret dan menarik melalui kombinasi suara dan gambar, sehingga dapat meningkatkan perhatian dan pemahaman siswa (Chumairoh & Fradana, 2025).
Tinjauan penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa, khususnya dalam keterampilan menyimak (Fitriani et al., 2022).
Namun, implementasinya di sekolah dasar, khususnya pada kelas rendah, masih belum optimal.
Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media audio visual dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa.
Identifikasi Masalah
- Rendahnya keterampilan menyimak siswa kelas II SDN 26 Bancoh
- Kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik
- Pembelajaran masih berpusat pada guru
- Rendahnya konsentrasi siswa saat proses pembelajaran berlangsung
Pembatasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada penggunaan media audio visual dalam meningkatkan keterampilan menyimak pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas II SDN 26 Bancoh.
Rumusan Masalah dan Variabel Penelitian
Rumusan Masalah
- Bagaimana keterampilan menyimak siswa sebelum menggunakan media audio visual?
- Bagaimana keterampilan menyimak siswa setelah menggunakan media audio visual?
- Apakah penggunaan dapat meningkatkan keterampilan menyimak siswa? media audio visual
- Apa dampak penggunaan media audio visual dalam keterampilan menyimak bagi siswa?
Tujuan Penelitian Variabel Penelitian
Tujuan Umum
Penelitian ini secara umum bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa melalui penggunaan media audio visual dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia.
Penggunaan media audio visual diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami oleh siswa, sehingga mereka dapat lebih fokus dalam menyimak informasi yang disampaikan.
Melalui penerapan media audio visual, siswa tidak hanya mendengar, tetapi juga melihat secara langsung materi yang disajikan, sehingga membantu memperkuat pemahaman terhadap isi pesan.
Dengan demikian, penelitian ini diarahkan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami, menginterpretasikan, serta merespon informasi yang diperoleh melalui kegiatan menyimak secara lebih efektif dan optimal.
Tujuan Khusus
- Mendeskripsikan penerapan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
- Mengetahui peningkatan keterampilan menyimak siswa setelah penggunaan media audio visual.
- Menganalisis kemampuan siswa dalam memahami isi informasi yang disimak melalui media audio visual.
- Mengidentifikasi kemampuan siswa dalam menangkap ide pokok dari materi yang disajikan.
Variabel Penelitian
Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel bebas (X) yaitu penggunaan media audio visual, variabel terikat (Y) yaitu keterampilan menyimak siswa, serta variabel kontrol (Z) yaitu pembelajaran Bahasa Indonesia yang dikondisikan tetap selama penelitian berlangsung.
- Variabel bebas (X): Media audio visual
- Variabel terikat (Y): Keterampilan menyimak siswa
- Variabel control (Z): Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas II
Manfaat Penelitian
Manfaat Teoretis
Secara teoretis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pendidikan, khususnya pada bidang pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.
Hasil penelitian ini dapat memperkaya kajian mengenai penggunaan media audio visual sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa.
Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi referensi atau landasan bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji lebih dalam tentang inovasi media pembelajaran serta pengaruhnya terhadap keterampilan berbahasa, terutama dalam aspek menyimak.
Manfaat Praktis
Secara praktis, penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi berbagai pihak.
Bagi guru, penelitian ini dapat menjadi alternatif dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran yang lebih menarik dan efektif untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa.
Bagi siswa, penggunaan media audio visual diharapkan dapat meningkatkan minat, motivasi, serta pemahaman dalam kegiatan menyimak.
Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan media yang inovatif.
Selain itu, bagi peneliti sendiri, penelitian ini menjadi sarana untuk menambah wawasan dan pengalaman dalam menerapkan media pembelajaran yang kreatif dan efektif di kelas.
Definisi Operasional
- Media audio visual adalah media pembelajaran yang menggabungkan unsur suara dan gambar untuk menyampaikan informasi.
- Keterampilan menyimak adalah kemampuan siswa dalam memahami informasi yang diperoleh melalui kegiatan mendengarkan.
Indikator keterampilan menyimak:
- Memahami isi cerita
- Menjawab pertanyaan
- Mengidentifikasi informasi penting
- Menceritakan kembali
Kajian Teori
Keterampilan Menyimak
Menyimak merupakan proses mendengarkan secara aktif yang tidak hanya melibatkan kemampuan menangkap bunyi, tetapi juga memahami makna dari informasi yang disampaikan secara lisan (Sita Salsabila Izzati et al., 2025).
Dalam kegiatan menyimak, seseorang dituntut untuk berkonsentrasi penuh agar dapat menangkap pesan secara utuh, baik yang tersurat maupun tersirat.
Oleh karena itu, menyimak tidak dapat disamakan dengan sekadar mendengar, karena di dalamnya terdapat proses kognitif yang kompleks.
Proses menyimak melibatkan beberapa tahapan, mulai dari menerima bunyi, memahami isi pesan, menafsirkan makna, hingga memberikan respons terhadap informasi yang diterima.
Kegiatan ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam proses pembelajaran di kelas, di mana siswa dituntut untuk mampu memahami penjelasan guru secara lisan.
Kemampuan menyimak yang baik akan membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berbahasa lainnya, seperti berbicara, membaca, dan menulis (Sköld et al., 2025).
Selain itu, menyimak juga berperan penting dalam membangun komunikasi yang efektif.
Seseorang yang memiliki kemampuan menyimak yang baik cenderung lebih mudah memahami orang lain, sehingga dapat merespons dengan tepat dan sesuai konteks.
Dalam dunia pendidikan, keterampilan ini perlu dilatih secara berkesinambungan melalui berbagai kegiatan yang menarik dan interaktif, agar siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga pendengar aktif yang kritis dan reflektif (Maulana et al., 2025).
Media Audio Visual
Media audio visual merupakan jenis media pembelajaran yang memadukan unsur suara dan gambar secara bersamaan, sehingga melibatkan indera pendengaran dan penglihatan peserta didik.
Melalui kombinasi kedua indera tersebut, informasi yang disampaikan menjadi lebih jelas, konkret, dan mudah dipahami.
Penggunaan media audio visual dalam proses pembelajaran mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan tidak monoton.
Selain itu, media ini juga dapat meningkatkan perhatian, motivasi, serta daya ingat siswa karena materi disajikan dalam bentuk yang lebih hidup dan mendekati kondisi nyata.
Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih efektif dalam membantu siswa memahami konsep serta mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan (Triyadi, 2015).
Lebih lanjut, media audio visual juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara kontekstual, karena materi yang disajikan seringkali berkaitan dengan situasi kehidupan sehari-hari.
Hal ini membantu siswa dalam mengaitkan pengetahuan yang diperoleh dengan pengalaman nyata, sehingga pemahaman mereka menjadi lebih mendalam.
Selain itu, penggunaan media ini dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, baik visual maupun auditori, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih inklusif dan berpusat pada peserta didik (Firnanda et al., 2025).
Di sisi lain, pemanfaatan media audio visual menuntut kesiapan guru dalam merancang dan mengelola pembelajaran secara efektif.
Guru perlu memilih media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, serta materi yang diajarkan (Prastya, 2016).
Penggunaan media yang tepat tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan abad 21, seperti kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan literasi teknologi.
Oleh karena itu, media audio visual menjadi salah satu alternatif penting dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan bermakna.
Kajian Hasil Penelitian
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran memiliki pengaruh positif terhadap perhatian, motivasi, dan hasil belajar siswa.
Hal ini sejalan dengan berbagai teori dari para ahli pendidikan yang menekankan pentingnya penggunaan media dalam proses belajar mengajar.
Menurut Edgar Dale melalui teorinya tentang Cone of Experience, pengalaman belajar yang melibatkan lebih banyak indera, seperti melihat dan mendengar, akan memberikan pemahaman yang lebih konkret dan bermakna dibandingkan hanya melalui penjelasan verbal.
Media audio visual mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih nyata sehingga dapat meningkatkan perhatian siswa selama pembelajaran berlangsung (Dwyer, 2010).
Selanjutnya, Robert Gagné dalam teori Conditions of Learning menjelaskan bahwa perhatian (attention) merupakan tahap awal yang sangat penting dalam proses belajar.
Media audio visual yang menarik dapat menjadi stimulus yang efektif untuk menarik perhatian siswa, sehingga mereka lebih siap menerima informasi dan mengikuti pembelajaran dengan baik (Gagne, 1974).
Dari sisi motivasi, John Keller melalui model ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction) menyatakan bahwa pembelajaran yang mampu menarik perhatian dan relevan dengan kehidupan siswa akan meningkatkan motivasi belajar (Li & Keller, 2018).
Media audio visual, seperti video pembelajaran atau animasi, mampu menghadirkan materi secara menarik dan kontekstual, sehingga siswa menjadi lebih termotivasi untuk belajar.
Sementara itu, Richard E. Mayer dalam Cognitive Theory of Multimedia Learning menjelaskan bahwa pembelajaran akan lebih efektif ketika informasi disajikan melalui kombinasi kata (audio) dan gambar (visual).
Hal ini karena otak manusia memproses informasi melalui dua saluran, yaitu visual dan auditori (Mayer, 2005).
Dengan demikian, penggunaan media audio visual dapat meningkatkan pemahaman konsep dan berdampak pada hasil belajar yang lebih baik.
Dengan demikian, berdasarkan teori-teori para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa media audio visual tidak hanya mampu meningkatkan perhatian dan motivasi siswa, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap peningkatan hasil belajar karena memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami (Rachim et al., 2024).
Kerangka Pemikiran
Keterampilan menyimak merupakan salah satu kemampuan dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar (Tarigan et al., 2023).
Namun, dalam pelaksanaannya, keterampilan menyimak siswa masih rendah karena pembelajaran yang cenderung monoton dan kurang menggunakan media yang menarik.
Siswa seringkali hanya mendengarkan penjelasan guru tanpa adanya dukungan visual, sehingga mudah merasa bosan dan kurang fokus dalam memahami informasi yang disampaikan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penggunaan media audio visual menjadi salah satu alternatif yang efektif.
Media ini menggabungkan unsur suara dan gambar sehingga dapat meningkatkan perhatian, pemahaman, serta keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Dengan penggunaan media audio visual, siswa diharapkan mampu menyimak dengan lebih baik, memahami isi informasi, serta meningkatkan keterampilan menyimak secara optimal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia (Van Herck et al., 2022).
Penggunaan media audio visual → meningkatkan perhatian siswa → meningkatkan pemahaman → meningkatkan keterampilan menyimak.
Metodologi Penelitian
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan secara sistematis dan objektif mengenai tingkat keterampilan menyimak siswa.
Pendekatan kuantitatif dipilih karena data yang diperoleh berupa angka-angka yang dapat diukur, dianalisis, dan diinterpretasikan secara statistik (Sugiyono, n.d.).
Sementara itu, sifat deskriptif dalam penelitian ini menekankan pada upaya memaparkan kondisi nyata keterampilan menyimak tanpa memberikan perlakuan tertentu terhadap subjek penelitian.
Melalui pendekatan ini, peneliti berusaha mengumpulkan data yang berkaitan dengan kemampuan menyimak siswa menggunakan instrumen yang telah disusun secara terstruktur, seperti tes atau lembar observasi.
Data yang diperoleh kemudian diolah untuk mengetahui tingkat pencapaian keterampilan menyimak siswa berdasarkan indikator yang telah ditetapkan (Indonesia, 2025).
Hasil analisis data disajikan dalam bentuk persentase, rata-rata, maupun kategori tertentu sehingga memudahkan dalam memahami gambaran umum kemampuan siswa.
Pendekatan kuantitatif deskriptif juga memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi kecenderungan, pola, serta permasalahan yang muncul dalam keterampilan menyimak siswa.
Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran tentang tingkat kemampuan menyimak, tetapi juga dapat menjadi dasar dalam menentukan ariabl-langkah perbaikan pembelajaran yang lebih efektif.
Analisis dilakukan secara objektif tanpa adanya manipulasi variable, sehingga hasil penelitian mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.
Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat untuk meningkatkan keterampilan menyimak siswa.
Informasi yang diperoleh dari penelitian ini juga dapat menjadi referensi bagi peneliti lain yang ingin mengkaji aspek keterampilan berbahasa, khususnya dalam konteks menyimak.
Dengan demikian, pendekatan kuantitatif deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini dinilai relevan dan sesuai dengan tujuan penelitian yang ingin dicapai.
Desain Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual terhadap keterampilan menyimak siswa (Haka et al., 2020).
Desain yang digunakan adalah pretest-posttest control group design, di mana terdapat dua kelompok penelitian yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode pembelajaran konvensional tanpa media audio visual.
Sebelum perlakuan diberikan, kedua kelompok terlebih dahulu diberikan pretest untuk mengetahui kemampuan awal keterampilan menyimak siswa.
Setelah itu, kelompok eksperimen diberikan pembelajaran dengan menggunakan media audio visual, sementara kelompok kontrol tetap menggunakan pembelajaran biasa.
Setelah proses pembelajaran selesai, kedua kelompok diberikan posttest untuk mengetahui peningkatan keterampilan menyimak siswa.
Hasil pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan dari penggunaan media audio visual terhadap keterampilan menyimak siswa.
Subjek Penelitian
Subjek dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar, khususnya kelas II di SDN 26 Bancoh.
Subjek penelitian dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.
Pemilihan subjek dilakukan dengan teknik sampling yang sesuai dengan kondisi sekolah, misalnya menggunakan teknik purposive sampling atau sampling jenuh, dengan mempertimbangkan kesamaan karakteristik siswa pada kedua kelompok agar hasil penelitian lebih objektif.
Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian diawali dengan tahap persiapan, yaitu penyusunan perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian.
Selanjutnya, dilakukan pemberian pretest kepada kedua kelompok untuk mengetahui kemampuan awal keterampilan menyimak siswa.
Tahap berikutnya adalah pelaksanaan perlakuan, di mana kelompok eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan media audio visual, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional.
Setelah perlakuan selesai, kedua kelompok diberikan posttest untuk mengetahui peningkatan keterampilan menyimak.
Tahap akhir adalah pengolahan dan analisis data serta penarikan kesimpulan (Irfan Syahroni, 2022).
Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes dan nontes.
Instrumen tes digunakan untuk mengukur keterampilan menyimak siswa, yang dapat berupa soal pilihan ganda atau uraian berdasarkan materi yang disimak.
Sedangkan instrumen nontes berupa lembar observasi digunakan untuk mengamati aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran berlangsung (Yasin et al., 2024).
Instrumen yang digunakan terlebih dahulu diuji validitas dan reliabilitasnya agar data yang diperoleh akurat dan dapat dipercaya.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik kuantitatif.
Data hasil pretest dan posttest dianalisis untuk mengetahui peningkatan keterampilan menyimak siswa, baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok control (Waruwu et al., 2025).
Analisis dapat dilakukan dengan uji normalitas dan homogenitas sebagai prasyarat, kemudian dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan uji t (t-test) untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok.
Hasil analisis tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menarik kesimpulan penelitian.
Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia memberikan pengaruh positif terhadap keterampilan menyimak siswa kelas II SDN 26 Bancoh.
Sebelum penggunaan media audio visual, keterampilan menyimak siswa tergolong rendah, ditandai dengan kurangnya kemampuan memahami isi informasi, menjawab pertanyaan, serta mengidentifikasi ide pokok dari materi yang disimak.
Setelah diterapkan media audio visual, terjadi peningkatan yang signifikan pada keterampilan menyimak.
Siswa menjadi lebih fokus, antusias, dan mampu memahami informasi dengan lebih baik karena materi disajikan secara menarik melalui kombinasi suara dan gambar.
Hasil analisis data menunjukkan adanya perbedaan antara nilai pretest dan posttest, sehingga dapat disimpulkan bahwa media audio visual efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Saran
- Bagi Guru
Guru disarankan untuk memanfaatkan media audio visual sebagai alternatif pembelajaran yang inovatif dan menarik, khususnya dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa. Guru juga perlu menyesuaikan media dengan karakteristik siswa dan materi pembelajaran agar hasilnya lebih optimal. - Bagi Siswa
Siswa diharapkan lebih aktif dan fokus dalam mengikuti pembelajaran, serta memanfaatkan media audio visual untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi yang disampaikan. - Bagi Sekolah
Sekolah diharapkan dapat menyediakan sarana dan prasarana pendukung, seperti perangkat teknologi dan akses media pembelajaran, guna menunjang penggunaan media audio visual secara maksimal. - Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengembangkan penelitian dengan menggunakan variasi media pembelajaran lainnya atau mengkombinasikan media audio visual dengan metode pembelajaran lain agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Jadwal Kegiatan
| NO. | Kegiatan | Minggu 1 | Minggu 2 | Minggu 3 | Minggu 4 | Minggu 5 | Minggu 6 | Minggu 7 | Minggu 8 |
| 1 | Penyusunan proposal | √ | √ | ||||||
| 2 | Penyusunan & validasi instrumen | √ | √ | ||||||
| 3 | Pelaksanaan pretest | √ | |||||||
| 4 | Pelaksanaan perlakuan (treatment) | √ | √ | ||||||
| 5 | Pelaksanaan posttest | √ | |||||||
| 6 | Pengolahan & analisis data | √ | √ | ||||||
| 7 | Penyusunan laporan penelitian | √ | √ |
Penulis:
1. Susilowati
2. Prof. Dr. Antonius Totok P, M.Pd.
3. Dr. Siti Halidjah, M.Pd.
Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Tanjungpura
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
- Chumairoh, A. A. W., & Fradana, A. N. (2025). Penggunaan media audiovisual dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Cokroaminoto Journal of Primary Education, 8(2), 955–966.
- Dwyer, F. (2010). Edgar Dale’s cone of experience: A quasi-experimental analysis. International Journal of Instructional Media, 37(4), 431–438.
- Firnanda, R. N., Purwati, P. D., Salsabilla, A. M., Sari, D. I. K., & Rahma, Q. S. (2025). Penerapan Media Audio Visual Keluargaku Unik Berbasis Discovery Learning Upaya Peningkatan Keterampilan Menyimak Siswa Kelas II SD N Lowungu. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 11(04), 464–473.
- Fitriani, F., Faizal, M., & Fatmawati, F. (2022). Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Melalui Media Audio Visual. Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2(3). https://doi.org/10.70713/pjp.v2i3.30370
- Gagne, R. M. (1974). Instruction and the conditions of learning. Psychology of school learning: Views of the learner, 1, 153–175.
- Haka, N. B., Anggita, L., Anggoro, B. S., & Hamid, A. (2020). PENGARUH BLENDED LEARNING BERBANTUKAN GOOGLE CLASSROOM TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KEMANDIRIAN BELAJAR PESERTA DIDIK. Edu Sains Jurnal Pendidikan Sains & Matematika, 8(1). https://doi.org/10.23971/eds.v8i1.1806
- Haryani, D., Demitra, D., & Priana, D. D. (2025). HUBUNGAN KONSENTRASI BELAJAR DAN RESILIENSI MATEMATIS DENGAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MAN KOTA PALANGKA RAYA. EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika, 13(1). https://doi.org/10.20527/edumat.v13i1.20442
- Indonesia, M. (2025). Pendekatan Deskriptif Kuantitatif Metode dan Contohnya. Https://Mediaindonesia.Com/Humaniora/760933/Pendekatan-Deskriptif-Kuantitatif-Metode-Dan-Contohnya#Google_Vignette.
- Irfan Syahroni, M. (2022). PROSEDUR PENELITIAN KUANTITATIF. eJurnal Al Musthafa, 2(3), 43–56. https://doi.org/10.62552/ejam.v2i3.50
- Li, K., & Keller, J. M. (2018). Use of the ARCS model in education: A literature review. Computers & Education, 122, 54–62.
- Maulana, R., Saepullah, D. R., & Adestya, A. I. (2025). Penggunaan Media Papan Flanel untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Cerita pada Siswa Kelas I Sekolah Dasar. Cokroaminoto Journal of Primary Education, 8(4). https://doi.org/10.30605/cjpe.8.4.2025.6819
- Mayer, R. E. (2005). Cognitive theory of multimedia learning. The Cambridge handbook of multimedia learning, 41(1), 31–48.
- Mazura, R. Z. N., Delvia, E., Febrianty, L., & Noviyanti, S. (2025). Hakikat Bahasa, Urutan Pembelajaran Kelas Rendah SD, dan Hubungannya dengan Penggunaan Bahasa di Lingkungan Sekolah Dasar: Gambar Lengkap Pembangunan Kemampuan Bahasa Awal. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4). https://doi.org/10.31004/riggs.v4i4.3887
- Prastya, A. (2016). Strategi Pemilihan Media Pembelajaran Bagi Seorang Guru. Prosiding Temu Ilmiah Nasional Guru VIII Tahun 2016: Tantangan Profesionalisme Guru di Era Digital, VIII(November).
- Rachim, M. R., Salim, A., & Qomario, Q. (2024). Pemanfaatan Augmented Reality Sebagai Media Pembelajaran Terhadap Keaktifan Belajar Siswa Dalam Pendidikan Modern. Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran, 4(1). https://doi.org/10.51574/jrip.v4i1.1407
- Sita Salsabila Izzati, Nerizah Emelia Putri, & Wirayudha Pramana Bhakti. (2025). Penerapan Metode Storytelling untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Berkelanjutan Bagi Siswa Kelas Rendah Sekolah Dasar. JURNAL PENDIDIKAN BAHASA, 15(4). https://doi.org/10.37630/jpb.v15i4.3544
- Sköld, C., Steen, A., Niemi, M., Vinnars, B., & Kiessling, A. (2025). Sustainable benefits of mindfulness training in health professions education. BMC Medical Education, 25(1), 451. https://doi.org/10.1186/s12909-025-06998-y
- Sugiyono, D. (n.d.). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D,‖ 2019.
- Tarigan, Y. H. B., Cipta, N. H., & Rokmanah, S. (2023). Pentingnya Keterampilan Berbahasa Indonesia Pada Kegiatan Pemebelajaran Sekolah Dasar. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 9(5), 829–842.
- Triyadi, S. (2015). Efektivitas Penggunaan Media Audio-Visual Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Bahasa Indonesia. JUDIKA (Jurnal Pendidikan Unsika), 3(2).
- Van Herck, S., Vanden Bempt, F., Economou, M., Vanderauwera, J., Glatz, T., Dieudonné, B., Vandermosten, M., Ghesquière, P., & Wouters, J. (2022). Ahead of maturation: Enhanced speech envelope training boosts rise time discrimination in pre-readers at cognitive risk for dyslexia. Developmental Science, 25(3), e13186. https://doi.org/10.1111/desc.13186
- Waruwu, M., Pu`at, S. N., Utami, P. R., Yanti, E., & Rusydiana, M. (2025). Metode Penelitian Kuantitatif: Konsep, Jenis, Tahapan dan Kelebihan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 10(1). https://doi.org/10.29303/jipp.v10i1.3057
- Yasin, M., Garancang, S., & Hamzah, A. A. (2024). Metode dan Instrumen Pengumpulan Data (Kualitatif dan Kuantitatif). Journal of International Multidisciplinary Research, 2(3).













