Rama Dan Sinta Di Bawah Cahaya Bulan

0
137

Berwisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta belumlah lengkap apabila belum mengunjungi candi Prambanan. Termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi yang didirikan pada abad 9 Masehi ini merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, dan juga salah satu candi terindah di dunia.

Pada bulan-bulan di musim kemarau, candi Prambanan mengadakan pentas sendratari Ramayana di panggung terbuka. Jadi perlu diperhatikan jadwalnya, sebab tidak setiap bulan dan tidak setiap hari ada pementasan di panggung terbuka ini. Cerita yang dipentaskan pun tidak selalu sama. Untuk harga tiket, jangan khawatir, ada beberapa kelas yang bisa dipilih.

Bentuk kursi penonton bisa dilihat sebagian di sini, berbentuk seperti tangga dengan posisi tepat di depan panggung, dan di sebelah kanan – kiri, agak serong dari panggung.
Bentuk kursi penonton bisa dilihat sebagian di sini. Berbentuk seperti tangga mng tepat menghadap ke depan panggung dan di sebelah kanan-kiri, agak menyerong dari panggung.

Apa keunikan sendratari Ramayana di pentas terbuka ini? Banyak! Selain menikmati udara malam dengan semilir angin, penonton juga dimanjakan dengan rembulan bulat yang menatap dari langit, sementara itu, 3 candi utama Prambanan nampak sebagai layar belakang panggung.

Sendratari Ramayana sedang berlangsung

Cerita Ramayana yang dipentaskan tidak selalu sama setiap malam. Babak yang paling menarik adalah babak yang dikenal dengan istilah “Anoman Obong”

Babak Anoman Obong ini menarik karena adegan kebakaran ditampilkan dengan api nyata.

Babak Anoman Obong ini menarik karena adegan kebakaran ditampilkan dengan api yang menyala. Dengan penari sebanyak kurang lebih 200 orang, pertunjukan Sendratari Ramayana di Candi Prambanan yang sudah dipentaskan sejak tahun 1961 ini meraih penghargaan Guinness World Record untuk kategori “Largest Ramayana Dance“ (jumlah penari terbanyak) pada tahun 2012.

Baik siang maupun malam, candi Prambanan tetaplah cantik, anggun, dan sangat bernilai
untuk dikunjungi. Lokasinya pun tidak jauh dari pusat kota Yogyakarta, Jawa Tengah.

 

*Medy Loekito, penulis dan penyair Indonesia.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here