Profile

siswaindonesia.id adalah sebuah portal media yang mewartakan seputar dunia pendidikan dan umum.

siswaindonesia.id merupakan wadah untuk menyalurkan aspirasi dan berbagi ilmu pengetahuan melalui tulisan, sekaligus sebagai jembatan bagi pelajar, guru, orangtua dan siapa saja yang peduli pada generasi muda dan pendidikan di Indonesia.

siswaindonesia.id menyajikan informasi yang bermanfaat dan patut dibaca oleh siapa saja, khususnya yang terkait dalam lingkup pendidikan. Tidak hanya itu, siswaindonesia.id juga memberi kesempatan bagi siapa saja untuk bergabung, menyalurkan aspirasi dan pengetahuannya, maupun mengomentari, dengan bahasa tulisan yang santun dan menarik untuk dibaca.

Sejarah Pendirian

siswaindonesia.id didirikan oleh tiga orang wanita dengan latar profesi yang berbeda yaitu Medy Loekito, Rara Danerek dan Okti Kurliana Bratakusumah.

Bermula dari diskusi mengenai kondisi terkini dunia pendidikan di Indonesia serta semangat untuk mewadahi aspirasi para pelaku pendidikan, maka pada tanggal 2 Mei 2020 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, lahirlah siswaindonesia.id yang diharapkan mampu menjadi jembatan untuk memajukan dunia pendidikan di tanah air Indonesia.

Para Pendiri

Medy Loekito

Dikenal sebagai salah seorang penyair wanita Indonesia, Medy Loekito yang biasa dipanggil Medy, mulai menulis sejak tahun 1978. Tulisannya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan tersebar di berbagai media massa, baik di dalam maupun di luar Indonesia.

Buku antologi puisi tunggalnya adalah “In Solitude” (1993), “Jakarta, Senja Hari” (1998), dan “Air Mata Tuhan” (2009). Karyanya juga tergabung dalam berbagai antologi puisi bersama, antara lain “Festival Puisi Indonesia XIV” (1994), “Sembilan Kerlip Cermin” (2000), “Dari Fanzuri ke Handayani” (2001), “Gelak Esai & Ombak Sajak, Anno 2001 (2001), “Selagi Ombak Mengejar Pantai 8” (Malaysia, 2004), “Le Chant des Villes” (2006), “Legasi” (Malaysia, 2006), “Rainbow” (2008), “Bhinneka Tunggal Ika” (2010), “The Lontar Anthology of Indonesian Poetry” (2017), “Antologi Puisi Indonesia, Kumpulan Pilihan Yayasan Lontar” (2017), “Bandara dan Laba-laba” (2019); serta antologi puisi digital, buku musik, juga buku kumpulan esai.

Profilnya dapat ditemukan di dalam “Profil Perempuan Pengarang Peneliti Penerbit di Indonesia” (2000), “Angkatan 2000 Dalam Sastra Indonesia” (2000), “Leksikon Susastra Indonesia” (2000), “Ensiklopedi Sastra Indonesia” (2004), “Profil Perempuan Pengarang & Penulis Indonesia” (2012),  “Apa & Siapa Penyair Indonesia” (2017), dan lain-lain.

Medy kerap menjadi wakil Indonesia dalam berbagai acara Internasional, antara lain dalam Conference of Asian Foundations & Organizations (1999, 2000, 2001), “International Writing Program” (USA, 2001), “SEA People’s Festival” (Kamboja, 2002), “China-ASEAN Literature Forum” (China, 2019), dan lain sebagainya.

Medy tak suka banyak bicara dan bergerak cepat di setiap aksi sosial dan pendidikan anak. Kemampuannya selain menulis juga mahir membuat kerajinan tangan hingga karya-karyanya membuahkan prestasi.

 

Rara Danerek

Nama Rara Gendis Danerek sering muncul di buku-buku antologi puisi bersama para penyair nasional dan internasional. Namun kini dia mempersingkat namanya menjadi Rara Danerek, atau cukup menyebutnya Rara.

Perempuan yang lahir 8 Januari di Jakarta ini punya kepedulian tinggi terhadap kebutuhan dan perkembangan generasi muda juga para lansia di Indonesia. Hari-hari diwarnai dengan kegemarannya memotret, bercocok tanam, mendalami budaya dan adat istiadat serta bersosialisasi dengan masyarakat marginal.

Sebagai salah satu pendiri siswaindonesia.id ia sempat berkarir sebagai jurnalis di beberapa media cetak nasional dan sebagai tenaga perawat khusus bagi para lansia. Kini ia memilih berkarir freelance agar bisa bekerja dan berkarya di berbagai bidang serta menyalurkan talentanya sebagai seniwati.

Tiga hal penting yang menjadi prinsip hidupnya hingga ia bisa menjadi Rara yang sekarang dan akan datang adalah, bahwa ”Keluarga adalah prioritas, kerja dan karya adalah keharusan, berinteraksi adalah kebutuhan”.

 

Okti Kurliana Bratakusumah

Okti, demikian orang memanggil namanya. Pecinta kuliner yang gemar membaca ini mempunyai banyak pengalaman dalam bidang riset pemasaran dan menjadi pengajar Bahasa Indonesia bagi warga Jepang.

Sebagian waktunya bekerja di sebuah perusahaan bidang kreatif dan event organizer. Sosok Okti yang sigap dan keibuan, sangat perhatian terhadap perkembangan anak, dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia.

*****

siswaindonesia.id

Facebook: @siswaindonesia.id
Instagram: @siswaindonesia.id
Email: admin@siswaindonesia.id