Mengenal Permainan Anak Tahun 70-an sampai 90-an

0
698
https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fblue.kumparan.com%2Fimage%2Fupload%2Ffl_progressive%2Cfl_lossy%2Cc_fill%2Cq_auto%3Abest%2Cw_640%2Fv1575590823%2Fmlz7ig8oqxniyajoa6qs.png&imgrefurl=https%3A%2F%2Fkumparan.com%2Ftugujogja%2Fmakna-filosofis-di-balik-permainan-tradisional-cublak-cublak-suweng-1sODfFaLMEX&tbnid=80ibktTe7IlRjM&vet=1&docid=OYbFaq_nZwM1CM&w=640&h=358&hl=en-US&source=sh%2Fx%2Fim

Masa kanak-kanak, masa yang paling indah. Masa yang dipenuhi dengan belajar dan bermain. Masa dimana anak dapat tertawa lepas, bermain, menari-nari tanpa beban masalah, kalau pun ada, itu karena kondisi keadaan.

Suatu hal yang membahagiakan saat bisa bermain bersama teman-teman di samping rumah pada sore hari setelah tidur siang. Selain itu, permainan era tahun 70-an sampai 90-an membuat anak-anak menjadi kreatif, pemberani, gesit dan bisa bersosialisasi dengan baik.

Tapi, seiring kemajuan teknologi, permainan tradisional ini perlahan-lahan seperti ditelan bumi. Kini anak-anak lebih senang bermain dengan mengandalkan teknologi. Hal ini tidak lepas dari peranan orangtua yang memberikan fasilitas untuk anak-anaknya, membebaskan anak menggunakan internet, bahkan usia balita pun sudah diperkenalkan dengan internet. Masing-masing anak hampir menghabiskan waktunya terpaku seharian dengan alat teknologi di dalam rumah mereka, yang tanpa disadari lambat laun dapat merusak mental dan fisik mereka.

Sekarang ini, jarang sekali ditemukan anak-anak berkumpul di depan rumah untuk bermain permainan tradisional. Mungkin alasan canggihnya teknologi permainan saat ini, membuat permainan era tahun 70-an sampai 90-an kurang dikenal dan anak-anak “zaman now”.

Yuk, mengenal permainan masa kecil yang popular di era tahun 70-an sampai 90-an

  1. Ketapel

https://images.app.goo.gl/7eAVhdazUM6VRS1E7

Bahan untuk membuat permainan ini kayu, yaitu karet, ban bekas dan batu kecil-kecil. Benda ini digunakan untuk membidik burung atau untuk membidik lawan saat bermain perang-perangan dengan teman.

Cara menggunakannya, letakkan batu kecil di atas ujung karet, tahan larasnya dan tarik kayu ke belakang untuk meregangkan tali karet. Lalu lepaskan pelontar tersebut.

Harap diperhatikan agar berhati-hati saat bermain perang-perangan dengan teman, jangan mengarahkan bidikan ke arah kepala, karena akan sangat berbahaya jika peluru (batu kecil) mengenai kepala dan bersarang di kelopak mata.Dan alat permainan ini tidak dianjurkan untuk anak-anak yang belum mengerti arti bahaya.

2. Lompat Karet

https://images.app.goo.gl/pbGXV9jzji3dsUGq7

Bahan untuk membuat permainan ini hanya karet gelang yang dirangkai hingga panjangnya 3 sampai 4 meter (sesuai yang diinginkan). Permainan ini bisa dimainkan dengan banyak orang.

Cara permainannya, dua orang masing-masing memegang ujung karet di kiri dan kanan. Pemain yang lain bergantian melompati karet. Ada yang tidak boleh boleh menyentuh karet pada ketinggian tertentu. Siapa yang menyentuh, gagal dan harus diganti dengan pemain lainnya. Lompat tali ini ada beberapa tahapan, mulai dari setinggi mata kaki sampai atas kepala.

3. Petak Umpet

https://images.app.goo.gl/yN91e6C3YZwBLbmS6

Cara permainannya, satu anak menutup matanya dan posisi badan menghadap ke benteng pertahanannya (tembok, pohon, dan lain-lain). Sementara anak lainnya lari berpencar mencari tempat untuk bersembunyi. Kemudian anak yang menutup mata tadi, mencari satu per satu teman-temannya yang bersembunyi. Jika dia berhasil menemukan, harus mengatakan “inglo” tapi jika temannya berhasil menyentuh benteng pertahanannya harus mengatakan “benteng”, dan itu berarti anak yang menutup mata harus menutup matanya lagi dan dan mencari teman-temannya yang bersembunyi.

4.Congklak

https://images.app.goo.gl/ei6xm3ox4T2NBnJE9

Permainan ini dari Papan yang terbuat dari kayu dan cangkang kerang. Papan kayu tersebut terdapat 16 cekungan. Dua lubang yang lebih besar masing-masing di ujung kiri dan kanan. Dan di antara lubang tersebut, terdapat 14 cekungan, yaitu 7 cekungan kanan dan kiri (saling berhadapan). 14 cekungan diisi cangkang kerang masng-masing sebanyak 7 buah. Lubang yang di ujung kiri dan kanan, merupakan “rumah” pemain.

Permainan ini dimainkan oleh dua orang yang duduk saling berhadapan dan bergantian mainnya. Pemain pertama, akan mengambil seluruh cangkang dari salah satu cekungan dan bergerak searah jarum jam memasukan satu per satu cangkang ke dalam cekungan yang dilewati. Jika cangkang terakhir berhenti di cekungan yang kosong, maka permainan harus dihentikan dan giliran pemain kedua yang beraksi. Pemain yang “rumahnya” paling banyak jumlah cangkang kerangnya dinyatakan sebagai pemenang.

5. Kelereng

https://images.app.goo.gl/UQGnKYEi4cPx6FF69

Kelereng adalah bola kecil seukuran kerikil yang mempunyai banyak corak, sebagai alat permainannya. Kelereng-kelereng tersebut diatur di tengah, membentuk lingkaran. Pemain membidik ke arah kelereng sampai ada yang keluar dari lingkaran. Kelereng yang berhasil dikeluarkan dari lingkaran, menjadi milik pemain yang membidik.

6.  Bola Bekel

https://images.app.goo.gl/veJbNmjrrrFGBpKs7

Permainan ini memerlukan bola karet dengan ukuran kecil dan 6 buah biji kecil berbentuk unik  yang terbuat dari tembaga kuningan yang disebut biji bekel. Permainan ini bisa dimainkan ole 2 orang atau lebih

Cara permainannya 6 biji bekel ditaruh di telapak tangan, bola dilempar sambil menyebarkan biji bekel tersebut ke lantai. Kemudian biji bekel tersebut diambil satu persatu kembali sambil bola dilempar dan ditangkap. Butuh latihan untuk bisa melakukan gerakan ini. Setelah semua biji bekel sudah berhasil diambil, sebar kembali biji bekel tersebut ke lantai kemudian diambil dua-dua. Lakukan hal yang sama secara bertahap hingga yang diambil semua biji yang ada. Setelah selesai sampai seluruh biji bekel disebar, aksi permainan dirubah, yaitu mengganti posisi biji bekel seiring bola di lempar ke udara. Posisi biji bekel dikenal dengan posisi “pit” dan posisi “roh”. Lakukan juga secara bertahap hingga seluruh biji berubah posisinya. Tapi harus diingat, pada saat mengambil dan merubah biji bekel, tangan maupun biji tidak boleh menyentuh biji bekel yang lain. Jika ada biji yang tersentuh, maka permainan harus digantikan oleh pemain kedua dan seterusnya.

7. Layang-Layang

https://images.app.goo.gl/kqafWY5yBuu98CPB8

Bahan untuk membuatnya, benang gelasan, benang jahit , 2 bambu tipis berukuran 60-80 cm dan 40-50 cm, kertas minyak, spidol, gunting atau pisau.

Cara buatnya : Terlebih dahulu membuat kerangka layang-layang dengan 2 bambu tipis yang diletakkan menyilang. Di tengahnya diikat benang jahit hingga kuat. Hubungkan setiap ujung kerangka dengan benang. Setelah kerangka tersebut berbentuk bangun datar, pasangkan kertas minyak sesuai pola tersebut. Sentuhan terakhir, pasang simpul penghubung antara layang-layang dengan kerangka dengan benang gelasan.

Untuk bentuk layang-layang bisa dimodifikasi sesuai kreatifitas maupun selera.Nah, sekarang layang-layangnya siap diterbangkan.

8. ABC 5 Dasar

https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fpdbifiles.nos.jkt-1.neo.id%2Ffiles%2F2018%2F08%2F14%2Foskm18_fakultas_daniel_abc5basics.jpg&imgrefurl=https%3A%2F%2Fbudaya-indonesia.org%2FABC-Lima-Dasar&tbnid=JFKwsuLMevEN3M&vet=1&docid=dFGz0nCTREPyUM&w=350&h=250&itg=1&hl=en-US&source=sh%2Fx%2Fim

Permainan ini cukup menggunakan 5 jari tangan saja. Caranya juga cukup mudah, jari digoyang-goyangkan sambil menyanyi “ABC 5 Dasar”. Lalu pemain terserah menunjukkan berapa jari, kemudian dihitung berdasarkan alfabet. Dan jari terakhir, huruf terakhir menjadi dasar untuk ditebak. Kategori tebak-tebakan bisa apa saja, seperti nama hewan, nama negara, nama makanan dan masih banyak lainnya.

Permainan ini bisa jadi salah satu edukasi pembelajaran dan mengasah kecerdasaan.

9. Do Mikado

https://images.app.goo.gl/9YuZRuZ1F3eZ863C8

Permainan ini merupakan permainan berantai. Cara mainnya pun mudah, tangan diletakan di telapak kanan-kiri teman hingga berbentuk lingkaran. Kemudian teman disamping akan menepukkan tangannya ke tangan teman yang lain sambil menyanyikan lagu Domikado. Di akhir nyanyian Do mikado, jika terkena tepukan tangan maka dianggap kalah.

10. Cublak-Cublak Suweng

https://www.google.com/imgres?imgurl=https%3A%2F%2Fblue.kumparan.com%2Fimage%2Fupload%2Ffl_progressive%2Cfl_lossy%2Cc_fill%2Cq_auto%3Abest%2Cw_640%2Fv1575590823%2Fmlz7ig8oqxniyajoa6qs.png&imgrefurl=https%3A%2F%2Fkumparan.com%2Ftugujogja%2Fmakna-filosofis-di-balik-permainan-tradisional-cublak-cublak-suweng-1sODfFaLMEX&tbnid=80ibktTe7IlRjM&vet=1&docid=OYbFaq_nZwM1CM&w=640&h=358&hl=en-US&source=sh%2Fx%2Fim

Permainan ini berasal dari Jawa yang merupakan salah satu karya Sunan Giri. Permainan ini bisa dimainkan hingga 8 orang. Cara mainnya juga mudah, satu orang menjadi Pak Empo, dia harus membungkuk dan yang lain duduk melingkari Pak Empo. Sambil menyanyi Cublak-Cublak Suweng dengan batu yang dipindah tangankan dari telapak tangan satu ketelapak tangan lain.

Dan di akhir lagu, pemain harus mengepalkan tangan dan Pak Empo harus menebak di mana batu itu berada. Jika benar tebakannya, yang memegang batu tersebut harus menjadi Pak Empo. Jika salah, harus menjadi Pak Empo lagi.

Gimana, seru kan permainan di atas? Kapan lagi anak “zaman now” mencoba permainan anak era tahun 70-an sampai 90-an, kalau gak sekarang?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here