Jakarta dalam Puisi

0
374
Sumber: pribadi

 

Jakarta (IX)                                 

 

lautan gedung batu di dadamu

seperti lambaian rumput

di halaman rumah nenek

memanggilku pulang

 

( Jan. 1997 )

 

 

Jakarta (V)                                   

 

setiap malam

kubaringkan gedung-gedung batu

berhimpitan lelah

menjadi lahan berpetak-petak seperti sawah

lalu kutebar benih-benih penuh kasih

yang tumbuh menjadi serigala-serigala

setiap pagi

 

setiap pagi

kubangunkan gedung-gedung batu

berhimpitan kantuk

menjadi pusara-pusara makam maha luas

lalu kuukir nama-nama penuh cinta

yang tumbuh menjadi iblis-iblis

setiap malam

 

( Nov. 1996 )

 

 

Jakarta (XVI)                              

 

angin kota

di celah gedung batu

tersesat

 

rumput kota

di antara berita koran

tersekap

 

manusia kota

di dalam detik waktu

terhempas

 

( Jun. 2005 )

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here