Derita Rambut Berkutu

0
552
sumber: KitakiniNews

Siapa sih yang mau rambutnya menjadi sarang kutu? Rambut berkutu bisa menjadi derita bagi siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, laki-laki maupun perempuan. Jadi deritamu juga bagi orang lain. Aktivitas kamu bisa terganggu karena rasa gatal yang membuat tanganmu sibuk menggaruk-garuk. Bahkan pergaulan menjadi tak nyaman jika orang lain tahu rambutmu berkutu. Dan itu akan menghilangkan rasa percaya dirimu saat bersama orang lain. Jangan biarkan derita ”berkutu” berkepanjangan. Segera ditindak dan buatlah hidupmu sehat, karena itu juga akan membuat nyaman bagi orang lain yang ada di dekatmu.

Siapa sih Kutu Itu?

Kutu dengan nama ilmiah Pediculus humanus capitis merupakan hewan berkaki enam yang hidup sebagai parasit yang bertelur. Kutu biasa ditemukan di kepala, alis, bahkan di bagian tubuh lainnya yang ditumbuhi rambut. Kutu rambut dikenal sebagai hewan yang aktif bergerak di suasana gelap atau pada malam hari. Kutu menghisap darah manusia beberapa kali dalam sehari. Kutu betina dewasa dapat bertelur sebanyak 6 telur setiap hari. Telur tersebut akan menetas setelah 8 atau 9 hari. Telur kutu akan membesar, menetas dan mencapai usia dewasa setelah 9 sampai 12 hari berikutnya. Setelah itu kutu akan bertahan hidup hingga usia 4 minggu lalu mati dengan sendirinya. Kutu biasa bertelur dan mengaitkan telurnya di area batang rambut.

sumber: parenting

Bagaimana Tahu Ada Kutu?

Jika ingin tahu apakah ada kutu di rambutmu, kenali gejalanya. Gejala yang paling umum adalah rasa gatal hingga infeksi. Rasa gatal timbul disebabkan oleh reaksi alergi dari air liur kutu yang menggigit kulit kepala dan menghisap darahmu. Oleh kutu air liurnya digunakan untuk memblokir pembekuan darah pada area kulit yang sudah digigit dan otomatis menimbulkan infeksi. Infkesi ini yang dinamakan dengan pedkulosis.

sumber: KitakiniNews

Tidak selalu rasa gatal muncul tiba-tiba, tergantung dari sensitivitas seseorang dan riwayat kutu yang berkembangbiak. Bisa jadi rasa gatal timbul setelah seminggu. Bisa juga setelah sebulan. Namun yang biasa terjadi tidak lebih dari satu minggu orang akan mulai merasa gatal, karena sistem kekebalan tubuh bereaksi lebih cepat apalagi telah terjadi paparan sebelumnya.

Penyebaran Kutu

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kutu tidak bisa melompat atau terbang tetapi kutu bergerak dengan cara merangkak. Parasit ini bisa menyebar melalui media atau benda yang biasa digunakan bersama, misalnya sisir, topi, helm, kain hijab, bantal, kolam renang, dan lain-lain.

Kutu di kepala ada karena terjadi kontak langsung kepala yang berambut sehat dengan kepala yang rambutnya berkutu, sehingga kutu merangkak dan menyebar.

Ada kalanya penggunaan sisir bergantian juga bisa menulari kepala yang sehat menjadi berkutu. Kok bisa? Ya, bisa. Sisir yang dipakai oleh kepala yang berkutu bisa menjadi perantara penyebaran kutu. Kutu rambut dan juga telur-telurnya bisa terjebak di helaian rambut yang tersangkut di celah sisir. Jika sisir tersebut kamu pakai untuk menyisir rambutmu yang sehat, bukan tak mungkin kontak rambutmu dengan helai rambut yang terdapat kutu dan telur kutu tadi berpindah ke kepalamu. Rambut sehatmu akan menjadi sarang baru bagi kutu untuk berkembangbiak. Ini juga bisa terjadi jika kamu bergantian juga menggunakan topi, helm, juga kain hijab.

Bagi kamu yang suka berenang di kolam renang, kolam renang juga bisa menjadi media penularan kutu. Maka perlu menjaga rambutmu saat kamu berenang. Ketahuilah, kutu bisa bertahan di dalam air selama beberapa jam. Kandungan klorin pada air pun tidak mampu membunuh kutu rambut. Tanpa kau sadari kutu dapat tersangkut di helai rambutmu saat kau berenang.

Bantal tidurmu juga bisa menjadi sarang kutu selain bakteri dan hewan kecil lainnya untuk berkembangbiak.  Bantal kerap menjadi lembab karena menyerap keringat di leher dan kepala. Bisa juga karena kamu merebahkan kepala di atas bantal saat rambutmu masih basah.

Pencegahan dan Pengobatannya

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Beberapa tips di bawah bisa membantu kamu mencegah tertular dan terbebas dari kutu.

Hindari berbagi pemakaian barang bersama dengan orang yang sedang menderita kutu rambut, seperti sisir, topi, helm, kain hijab dan lain-lain.

Untuk memastikan rambut tertular kutu atau tidak, saat menyisir rambut gunakan sisir dengan kerapatan kecil (sisir serit). Perhatikan jika ada bulatan kecil berisi berwarna putih yang menempel kuat di batang rambut, itulah telur kutu.

sumber: KitakiniNews

Jika ditemukan kutu atau telur kutu, segeralah mencuci rambut dengan obat cair khusus untuk mematikan kutu dan melemahkan telur kutu. Obat tersebut diracik khusus sehingga aman untuk kulit kepala dan bisa dibeli di apotek maupun toko obat. Lakukan pencucian rambut sesuai dosis yang dianjurkan. Alternatif lain dengan pengobatan herbal minyak esensial melaleuca atau tea tree oil dengan dicampur minyak lavender. Masih banyak lagi herbal yang bisa dicoba sebagai pengobatan. Jangan sekali-kali menyemprotkan obat serangga ke kepala.

Saat kamu berenang gunakan topi khusus renang untuk melindungi seluruh rambut anda dari sebaran kutu di air kolam.

Meski sarung bantal sering diganti, pastikan kebersihan pada bagian dalam bantal. Jemur bantal tanpa sarung di bawah terik matahari agar bantal tidak berjamur dan lembab di dalamnya.

Jika mungkin bantal sebaiknya dicuci bersih 1 atau 2 kali sebulan. Oleh karena itu, sebaiknya periksa dahulu bantal sebelum tidur terutama saat kamu berada tempat orang lain atau saat menginap di penginapan.

Segeralah ditindak sebelum ‘vampir’ ini berkembangbiak di atas penderitaanmu. Jadikan rambutmu yang bersih dan sehat sebagai mahkota kebanggaanmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here