Cemilan Enak Yang Membahayakan

0
226
haibunda.com
sumber haibunda.com

Apakah anda punya hobi ngemil? Ngemil jadi kebiasaan yang mengasikkan hingga orang bisa sulit menghentikan kegiatannya mengunyah cemilan. Dari jenis makanan cemilan apa yang dimakan tidak semua orang menyadari efek dari hobinya itu terhadap tubuhnya sendiri. Bisa bikin gemuk. Mungkin cuma itu yang anda ketahui efeknya.

Orang yang doyan ngemil biasanya anak-anak hingga remaja. Mereka sangat sulit mengontrol diri dan menyadari kekeliruan terutama dalam hal memilih cemilan. Kurang kontrol dari orangtua yang sibuk kerja di luar rumah atau jika ada pengasuh atau staf asisten rumah tangga, mereka hanya bisa memberi peringatan, larangan, perintah dan sebagainya (sebagai penyambung lidah orangtua) tanpa menjelaskan alasannya, mengapa tidak boleh, mengapa harus dilarang.

Alangkah baiknya orangtua, para pengasuh anak dan juga guru-guru di sekolah memahami tentang nutrisi yang biasa dikonsumsi anak maupun remaja, bagaimana pengolahannya hingga menjadi makanan yang sehat.

Kita ambil contoh, gorengan. Gorengan hampir tak pernah kehilangan peminat dari zaman ke zaman. membuat gorengan sendiri di rumah tidak menutup keinginan akan mengkonsumsi junk food. Apakah penggemar gorengan tahu nutrisi dari gorengan yang dimakannya? Belum tentu. Banyak pula orang yang tidak sadar bagaimana sebaiknya membuat junk food sendiri di rumah.

Menurut Dr. Tan Shot Yen, M. Hum, gorengan sama sekali bukan cara yang baik untuk mengolah makanan. Banyak orang tidak sadar bahwa wajan anti lengket sudah mendapat kecaman di negara tempatnya berasal, karena lapisan tersebut tengah diselidiki jadi penyebab timbulnya penyakit kanker. Sementara di Indonesia, orang memilih menggunakan wajan anti lengket hingga terlalu sayang untuk dibuang meski ada pelapisnya yang tergores dan beresiko mengeluarkan zat kimia yang bisa terkontaminasi dengan makanan yang sedang diolah di dalamnya.

sukawu.com

Yang umumnya diketahui orang, kolesterol banyak dalam makanan gorengan, karena berasal dari minyak goreng yang jadi pemicu munculnya kanker. Tapi ternyata asumsi itu tidak benar. Kolesterol tentu bukan berasal dari minyak goreng yang terbuat dari tumbuh-tumbuhan. “Meski begitu bukan berarti minyak goreng itu baik!” Jelas Dr. Tan Shot Yen.

Kolesterol bisa meningkat pada usia berapa pun dan cenderung akan melonjak pada tubuh yang terbiasa dengan kadar gula tinggi sejak kecil dan hal ini menyebabkan insulin bekerja keras sejak usia dini. Hubungan antara insulin dan kolesterol sangat erat karena gula darah yang berlebihan mendapat perintah dari insulin, yang disimpan menjadi lemak. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya para balita tidak perlu rasa gurih dan renyahnya gorengan.

Contoh lain, jelly dan agar-agar yang jadi kegemaran balita. Jelly dan agar-agar sarat dengan serat namun sayangnya supaya rasanya lebih enak maka ditambahan dengan pemanis baik gula maupun sirup, bahkan pemanis buatan. Di sini orangtua dituntut cerdas mencari pilihan makanan yang lebih bergizi dan aman. Ketimbang agar-agar atau jelly, kenapa tidak diperkenalkan dengan buah-buahan tropis segar yang beraneka macam jenisnya di negeri ini, selain kaya serat, sekaligus antioksidan, mineral pemberian Tuhan?

Dengan ekspresi yang tidak dibuat-buat, Dr. Tan Shot Yen menyampaikan kesedihannya melihat anak-anak yang lidahnya diperlakukan seperti selera orang dewasa. Budaya ‘pencekokan’ makanan dan kebiasaan orangtua pada anaknya sudah sering terjadi dalam keluarga.  Orangtua yang tidak makan ikan atau sayuran karena tidak suka, maka anaknya tidak mendapatkan makanan yang tidak disukai orangtuanya. Belum lagi persaingan dagang produk makanan yang mengandalkan pewarna makanan, pemanis buatan, bahan kemasan yang berbahaya bagi tubuh dan lingkungan.

Baik menu utama maupun cemilan, sebaiknya selalu penuhi tiga syarat seimbang makanan, yaitu karbohidrat, lemak dan protein. Tidak perlu berlebihan dan tidak juga  kekurangan serta terbebas dari penggunaan bahan kimia berbahaya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here