Cemas atau Gangguan Kecemasan?

0
465
Ilustrasi : Freepik

“Gangguan kecemasan harus segera diatasi. karena masalah mental sama pentingnya dengan masalah kesehatan fisik.”

Semua orang pasti pernah mengalami rasa cemas dalam hidupnya. Rasa cemas biasanya timbul jika seseorang merasa ada sesuatu masalah atau hal yang membuat tidak nyaman. Dan hal ini dapat dialami oleh orang dewasa, remaja bahkan anak- anak.

Misalnya mendengar kabar anak demam saat orang tua sedang bekerja di kantor, menunggu hasil pengumuman ujian masuk perguruan tinggi atau pada anak misalnya cemas saat memasuki sekolah untuk pertama kalinya. Semua itu terjadi karena ada faktor pemicu yang jelas. Dan rasa cemas itu akan mereda saat faktor pemicunya hilang.

Kecemasan masih dianggap hal yang wajar dan sehat bila membuat kita lebih waspada terhadap ancaman yang akan datang serta membantu untuk mengambil tindakan yang tepat dengan tujuan perlindungan diri.

Tetapi akan menjadi tidak wajar bila rasa cemas menimbulkan rasa takut yang berlebihan, tidak terkendali dan berlangsung secara terus-menerus selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Kecemasan yang dirasakan tersebut bisa timbul kapan saja tanpa ada sebab yang jelas. Hal itu bisa terjadi disebabkan oleh gangguan kecemasan. Jadi, cemas dan gangguan kecemasan memiliki definisi berbeda.

Gangguan kecemasan ada beberapa jenis. Salah satunya adalah Gangguan Kecemasan Umum atau biasa disebut dengan Generalized Anxiety Disorder (GAD). Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa faktor yang bisa memengaruhinya seperti faktor genetik yakni adanya anggota keluarga yang juga menderita gangguan kecemasan, adanya riwayat kejadian traumatis, tingkat stres yang sangat tinggi dan sudah berlangsung lama, atau menderita suatu penyakit dalam jangka panjang.

Gangguan kecemasan dapat mengganggu kualitas hidup penderitanya karena kesulitan menjalankan akivitas sehari-hari. Hal ini dikarenakan penderita gangguan kecemasan biasanya mengalami susah tidur, jantung berdebar-debar, sesak napas, tangan berkeringat, nyeri perut, mudah merasa lemas, otot bahu dan leher tegang dan sulit berkonsentrasi. Dan kondisi ini tidak akan menghilang dengan sendirinya. Sebab gangguan kecemasan merupakan salah satu gangguan mental yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh.

Gangguan kecemasan harus segera diatasi karena masalah mental sama pentingnya dengan masalah kesehatan fisik. Hal ini dapat diobati dengan cara terapi, mengonsultasikan dengan dokter atau psikolog. Atau bisa juga dengan melakukan hal hal sederhana yang dapat mengurangi gangguan tersebut.

Beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah untuk membantu meredakan gejala gangguan kecemasan di antaranya :

  1. Perbanyak ibadah.
  2. Selalu berpikir positif.
  3. Tenangkan pikiran dengan melakukan meditasi seperti yoga.
  4. Berlatih pernapasan karena dapat memicu respon relaksasi tubuh.
  5. Olahraga setiap hari selama 30 menit misal jalan kaki dapat membantu menenangkan pikiran.
  6. Berjemur di pagi hari agar terkena paparan sinar matahari. Karena vitamin D yang ada pada sinar matahari juga dapat meningkatkan mood secara menyeluruh.
  7. Lakukan kegiatan yang menyenangkan seperti hobi yang dapat dilakukan sendiri atau bersama sama.
  8. Bersosialisasi.
  9. Berendam dengan air hangat untuk melemaskan otot-otot yang menegang, bisa ditambahkan dengan garam mineral atau beberapa tetes minyak esensial.
  10. Melakukan pijat atau aromaterapi dengan menggunakan minyak esensial seperti lavender yang mempunyai sifat menenangkan.
  11. Tidur yang cukup dan usahakan tidur paling telat pukul 10 malam.
  12. Konsumsi makanan yang dapat meningkatkan hormon kebahagiaan seperti hormon serotonin, dopamin yang berfungsi sebagai neurotransmiter dalam mengatur suasana hati. Seperti makanan yang mengandung magnesium, tinggi anti oksidan, kaya akan asam lemak omega 3, asam folat, vitamin C, vitamin B6 dan B12.
  13. Hindari minuman yang mengandung kafein dan minuman beralkohol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here