Berdamai Dengan Keberagaman

0
438
Liputan6.com
Toleransi pelajar di Purwakarta.
Mengapa sebagian orang membenci yang namanya keberagaman?
Sadarkah kita, bahwa sejak kita dilahirkan hingga diperkenalkan dan didekatkan pada anggota keluarga di rumah, kita sudah “bersekolah” tentang keberagaman.
Ayah berjenis kelamin laki-laki. Ibu berjenis kelamin perempuan.
Dari sini, kita diajarkan Allah tentang keberagaman jenis kelamin.
Jika kita memiliki saudara yang berbeda jenis kelamin, berbeda karakter, berbeda tingkat kecerdasan, hobi dan lainnya yang beragam, maka perbedaan tersebut sudah mengajarkan keberagaman pada kita.
Di luar rumah kita bergaul dengan kawan-kawan yang berlainan agama dan keyakinan, di  situ kita kembali diajarkan Allah tentang keragaman.
Saat kita berdiskusi dalam suatu acara, kita berhadapan dengan aneka karakter, latar belakang yang berbeda, sudut pandang juga berbeda, hingga acara berlangsung dengan baik dan sesuai harapan, pun dalam situasi tersebut kita telah diajarkan Allah tentang indahnya keberagaman.
Kesimpulannya, keberagaman alias perbedaan adalah salah satu bukti hidangan Allah SWT dengan segala nuansanya di muka bumi ini, yang harus disyukuri dan disikapi dengan keluasan hati.
Karena, pada dasarnya Allah menciptakan alam semesta dan makhluknya dengan berbagai keberagaman yang terhampar di muka bumiNya mempunyai banyak maksud kebaikan. Suka atau tidak suka, dunia keberagaman adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa kita hindari dan merupakan bunga kehidupan yang harus kita hadapi dengan lapang hati dan keluasan pikiran.
sumber :Lokadata
Melalui firman Allah SWT dikatakanNya, “Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah yang yang lebih taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.” (Al-Hujuraat-13)
Melalui firman Allah tersebut, Allah hendak mengajarkan dan mengumumkan kepada semua manusia: bahwa segala perbedaan itu “wajib” untuk dikenali bukan untuk dimusuhi, apalagi dihilangkan.
Bagi siapa saja yang memiliki keberanian dan kesungguhan hati untuk mengenali segala perbedaan itu, Allah akan mengirimkan berbagai hikmah kehidupan dan berbagai ilmu pengetahuan kepadanya.
Hadiah dari Allah berikutnya adalah mereka menjadi terbiasa hidup dengan keberagaman dan menjadikan keberagaman adalah sebagai fakta yang indah untuk disahabati alias hidupnya sangat berdamai dengan dunia yang beragam warnanya.
Pada akhirnya keragaman bagi mereka bak menu makanan sehari-hari yang lezat dan nikmat untuk disantap dan dibagikan (ditularkan) pada orang banyak.
Sebagai penutup, saya ingin mengutip sebuah hadits Nabi yang telah akrab di telinga banyak orang.
“Ikhtilaafi ‘alaa ummatin rohmah”,  Perbedaan di antara umatku adalah rahmat.
Ayo, Marilah kita gaungkan bahwa keberagaman di dunia ini adalah sebuah rahmatNya, bukan sebuah bencana. Bukan pula untuk dipertentangkan, dimusuhi, apalagi diperangi.
*Disalin atas amanah dari Muhammad Manshur, pemerhati keberagaman dan praktisi lintas iman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here