Belajar Bijak dari Gajah

0
635
Sumber Ilustrasi : dw.com

“Dari gajah kita bisa belajar bahwa kebijaksanaan adalah sudut pandang tertinggi.”

Mungkin kita pernah meminta kepada anak-anak untuk mendefinisikan seekor gajah. Meskipun definisi yang mereka berikan berbeda-beda, namun sesungguhnya kita bisa memperoleh pelajaran dari hal tersebut.

Ketika anak pertama mendefinisikan bahwa gajah adalah hewan berkaki empat, anak kedua mendefinisikan gajah adalah hewan dengan belalai panjang dan anak ketiga mendefinisikan gajah adalah hewan bertelinga lebar, semua jawaban mereka benar. Mereka bertiga, adalah kelompok penyaji data. Hanya sebatas data sederhana.

Lalu kita mendengar definisi dari anak keempat, masih tentang gajah. Menurutnya, gajah adalah hewan berkaki empat yang memiliki belalai panjang serta telinga yang lebar. Anak ini juga benar. Sebab anak ini adalah penyaji informasi, yaitu menggabungkan beberapa kumpulan data.

Kemudian kita mendengar definisi dari seorang anak yang lebih dewasa. Anak kelima, masih tentang gajah juga.

Menurutnya, telinga dan belalai gajah itu ada fungsinya. Yaitu sebagai alat pendingin tubuh. Sebab gajah adalah hewan darat terbesar di bumi. Sehingga dengan tubuh sebesar itu, gajah berpotensi untuk memiliki suhu tubuh yang tinggi. Lebih tinggi dari suhu tubuh manusia.

Masih menurut anak kelima, “Karena memiliki suhu yang tinggi, maka gajah perlu alat untuk mengatur suhu tubuhnya. Yaitu melalui telinga lebar yang terus mengipas, serta belalai untuk menyiram air ke seluruh tubuhnya. Jadi, telinga dan belalai memang didesain khusus berkaitan dengan mekanisme penurunan suhu tubuh gajah. Tuhan Mahasempurna dengan ciptaan-Nya,” ujar anak kelima.

Jawaban anak ini juga benar. Sebab dirinya sedang menyajikan pengetahuan, yaitu gabungan dari beberapa informasi.

Sampai tahap ini kita bisa belajar. Bahwa setiap anak memiliki kemampuan berbeda. Ada yang ahli dalam menyajikan data, ada yang unggul dalam menyajikan informasi, dan ada yang mumpuni dalam menyampaikan pengetahuan. Jangan benturkan antara yang satu dengan yang lainnya.

Masihkah ada kelompok lainnya?

Ada. Yaitu kita, yang lebih dewasa. Kelompok yang harus mampu menyajikan definisi gajah dalam kerangka yang lebih bijaksana.

Kita dapat mendefinisikan kepada mereka bahwa gajah adalah termasuk hewan ciptaan Tuhan. Dan manusia harus menjaganya.

Kita dapat sampaikan pada anak-anak, bahwa melalui telinga dan belalai gajah, sesungguhnya Tuhan sedang membuka rahasia dan menyampaikan perintah-Nya. Yaitu bahwa gajah adalah hewan bersuhu tubuh tinggi, sehingga kita  diperintah untuk membantu mereka. Bagaimana caranya?

Yaitu dengan menjaga alam, mempertahankan keseimbangan suhu bumi dan juga melestarian hutan. Misalnya menanam pohon di setiap lahan, meski hanya di depan rumah atau di sudut halaman. Hal itu sudah sangat membantu agar suhu bumi tetap terjaga. Sehingga gajah tetap nyaman di habitatnya.

Kita perlu juga sampaikan pada mereka, bahwa Tuhan selalu meletakan rahasia dalam setiap ciptaan-Nya. Manusia hanya perlu berpikir untuk membuka tabir, lalu mengerjakan perintah-Nya.

Dari gajah kita bisa belajar bahwa kebijaksanaan adalah sudut pandang tertinggi dari pengetahuan, informasi dan yang paling kecil yaitu sajian data. (RDT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here