“Apalah arti sebuah nama?”

0
539
Sumber Ilustrasi : Liputan6.com

“Tuntaskan membaca hingga kata terakhir. Agar kita enggak mengubah makna sebuah kalimat atau frasa.”

Itulah sebagian kita, kalau membaca senangnya sepotong-sepotong. Sehingga berubah makna asli dari tulisan yang dibaca.

“Apalah arti sebuah nama?”

Kita sering mendengar frasa itu. Diambil dari dialog Romeo dan Juliet dalam roman karya William Shakespeare. Membaca empat kata itu membuat kita membatin, “Ah, apalah arti sebuah nama. Enggak penting-penting banget,” iya, kan?

Tetapi tahukah kita, bahwa frasa asli dialog tersebut sebenarnya tidak hanya terdiri dari empat kata saja? Ada kalimat lanjutannya. Dan tentu, jika di baca versi lengkapnya akan memberikan makna yang jauh berbeda.

Mari kita baca kalimatnya secara utuh.

“What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.

“Apalah arti sebuah nama? Meskipun kita menyebut mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap harum.

Nah, coba perhatikan. Penekanannya, bukanlah pada empat kata pertama. Yang seolah bermakna bahwa nama itu enggak penting. Bukan.

Penekanannya terdapat pada kalimat, “….Meskipun kita menyebut mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap harum.

Maksudnya, bahkan jika mawar diberi nama “bunga bangkai” sekalipun, maka nama “bunga bangkai” tersebut tidak akan mengubah aroma mawar yang harum. Sebab mawar tetaplah mawar. Tetap semerbak harum aromanya. Apa pun namanya.

Atau dengan analogi yang lain. Kentut, misalnya. Andaikan kentut diberi nama yang indah, “kentut terapi”, misalnya, aromanya ya tetap saja begitu. Sangit-sangit busuk. Iya, kan?

Begitu pula dengan nama sebagian kita yang penuh makna. Akan menjadi enggak berarti, bila enggak selaras dengan perilaku kita sehari-hari. Misal nama kita adalah Lutfi yang berarti lembut. Nama itu tidak akan berarti apa-apa bila ternyata di keseharian perilaku kita penuh dengan kekerasan dan kasar.

Dialog di atas dilatar belakangi tatkala Romeo dengan Juliet sedang membahas cinta mereka. Romeo mempertanyakan, apa sih arti nama “Capulet” yang bermakna gelar kepahlawanan dalam keluarga besarnya namun justru membuat perselisihan.

Kang mas Romeo ingin mengingatkan kita. Bahwa nama yang baik, enggak akan memberi arti apa-apa selama pemilik nama itu enggak mampu memaknai lewat perilaku dan perbuatan sehari-hari.

See?

Tuntaskan membaca hingga kata terakhir. Agar kita enggak mengubah makna sebuah kalimat atau frasa.

Jangan dipotong-potong. Memangnya es lilin, pakai dipotong-potong segala.

Kriiik,…Kriiik,…Kriiik,…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here