Ada Apa Dengan Kuteks

0
548
femalebanget.com

 

Kuku juga memberi andil atas kecantikan gaya seseorang. Bahkan menghias kuku menjadi kesenangan tersendiri. Bukan hanya bagaimana merawat kuku dengan aneka lotion maupun saat kuku dipotong dengan model yang diinginkan, tapi juga bagaimana orang menghias kuku dengan corak dan pewarnaan sehingga membuat jari-jemari terlihat cantik penuh gaya.

Hal tersebut menjadi alasan bagi kaum wanita, khususnya remaja sekarang yang gemar menghias kuku mereka, mulai dengan membentuk kuku, mengikis kuku lalu mengecat kuku menggunakan kuteks.

Ingin cantik tentu tidak dilarang. Namun perlu juga diperhatikan bagaimana merawat kuku yang benar dan aman bagi dirimu. Selain alat perawatan kuku yang memadai, kamu juga harus tahu kandungan kuteks yang kamu pakai untuk memperindah kukumu itu.

Kutek terbuat dari polimer organik dengan campuran berbagai zat aditif. Kuteks yang kamu biasa pakai itu mengandung beberapa bahan kimia yang memberi efek langsung pada tubuhmu. Untuk itu kenali bahan yang terkandung di dalam kuteks.

Formalin

Yang orang awam ketahui bahwa formalin dipakai untuk mengawetkan mayat dan sebagai bahan produk bangunan, jadi bukan zat untuk dikonsumsi. Bila dikonsumsi tentu membahayakan tubuh. Sifat karsinogenik pada Formalin dapat menyebabkan terjadinya kanker, apalagi jika terlalu banyak digunakan. Formalin dalam kuteks ditujukan agar kuteks tidak pecah setelah diaplikasikan di atas kuku. Zat ini sangat berbahaya jika tersentuh kulit, bisa menimbulkan alergi berupa ruam pada ujung kuku. Jika dibiarkan secara terus-menerus menimbulkan dermatitis pada kulit atau bahkan bisa terjadi kanker kulit.

Kandungan formalin pada kuteks juga membahayakan lambung. Bagaimana bisa? Bisa, jika kamu makan langsung menggunakan tangan (bila kukumu berbalut kutek), maka makanan tersebut juga akan terkontaminasi zat formalin dari kuteks di jarimu. Formalin yang masuk ke dalam tubuh akan menyerang protein yang masuk ke dalam metabolisme hingga ke lambung manusia.

Etil Asetat

Etil asetat dalam kandungan kuteks berguna membekukan kuteks pada saat diaplikasikan. Gas Etil asetat berbau khas, dan gas ini sangat berbahaya apabila terhirup. Gas yang dihasilkan dari etil asetat akan masuk ke dalam hidung dan akhirnya diteruskan menuju jantung, dan jantung akan menyebarkannya ke darah yang mengalir ke seluruh tubuh. Gas tersebut ada kalanya terasa pedih di mata jika saat mengaplikasi kuteks posisi mata kita cukup dekat dengan kuku. Jika matamu tergolong yang sangat sensitif, tentu akan terjadi iritasi pada mata dan hidungmu.

Zat Toluene

Adalah zat yang bisa berubah menjadi gas dan merusak sistem saraf manusia. Jika zat ini mengenai kulit hingga termakan, maka saraf juga akan terkena dampaknya. Orang akan mengalami pusing kepala apabila aroma yang ditimbulkan dari zat toluene sering terhirup.

Phthalate

Adalah zat kimia yang bisa membuat bahan plastik jadi lunak dan fleksibel. Biasanya terdapat pada produk kosmetik dan perawatan pribadi, seperti kuteks, sabun, parfum, pelembab kulit, dan sebagainya. Karena adanya interaksi kuteks pada kuku dengan makanan yang masuk ke dalam mulut, maka zat phthalate pada kuteks bisa mengganggu metabolisme jaringan lemak di tubuhmu. Terganggunya jaringan lemak bisa beresiko terjadi diabetes.

Camphor

Zat yang membuat kuku bisa berubah menjadi berwarna kuning jika terlalu sering menggunakan kuteks. Selain itu, zat camphor juga menyebabkan hilangnya nutrisi pada kuku sehingga kuku menjadi rapuh dan rusak.

Ftalat anhidrida

Zat ini juga ada dalam kuteks. Fungsi zat ini bisa membuat cat kuku jadi mengkilap dan tahan lama. Sayangnya, zat ini juga berbahaya karena bisa mengganggu sistem kekebalan tubuh manusia. Jika penggunaan kuteks terlalu sering atau dalam jangka waktu yang panjang akan melemahkan antibodi dan bisa membuat tubuh menjadi jauh lebih mudah terserang berbagai macam penyakit.

Diphenyl phosphate (DPHP)

DPHP yang terkandung dalam kuteks, dapat meresap ke tubuh. Senyawa DPHP terbentuk saat tubuh memetabolisme senyawa kimia triphenyl phosphate (TPP). Senyawa ini dianggap berbahaya. Menurut para ilmuwan dari Duke University and Environmental Working Group, TPP bisa mengganggu hormon manusia, yaitu hormon seksual, endokrin, dan juga mengganggu metabolisme lipid. Pada kuteks, TPP digunakan untuk meningkatkan daya rekat cat pada kuku serta tahan api (panas)

 Aseton

Aseton yang terdapat dalam larutan penghapus kuteks dapat berbahaya jika terhirup dan sering terpapar dengan kulitmu. Aseton bisa sangat mengeringkan pelat kuku, menyebabkan pengelupasan dan kelemahan struktur kuku. Resiko terbesar pada ibu hamil, karena dapat mempengaruhi perkembangan janin. Maka cermatlah dalam memilih penghapus kuteks. Carilah penghapus kutek yang tak mengandung aseton!

femalebanget.com

Sebaiknya cermat menggunakan atau memilih kutek yang mengandung bahan-bahan yang aman. Pilihlah produk kuteks yang water-based dan penghapus kuteks yang bebas bahan kimia. Pastikan kuteks tidak kedaluwarsa. Saat mengeringkan kuteks, jauhkan tangan dari wajah dan hindari meniup kuku karena beresiko terhirup bahan kimianya.

Meskipun pada botol kuteks dicantumkan tulisan “toxic free”, tapi itu tidak sepenuhnya menjamin keamanan kuteks. Semua bahan kimia yang terkandungan dalam kuteks apabila membalut kuku-kukumu terlalu sering dan dipakai dalam waktu lama, akan membuat kuku menjadi sulit untuk bernapas, sehingga kuku kekurangan oksigen, menjadi rapuh dan berwarna kekuningan. Karenanya jangan terlalu sering dan kelamaan membalut kuku-kukumu dengan kuteks. Beri waktu kukumu untuk bernafas dan tumbuh alamiah tanpa pengaruh zat kimia yang memperburuk kesehatan kuku dan antibodi tubuhmu. Namun semua kembali kepada kebijakanmu sendiri, karena ingin terlihat cantik dan ingin tetap sehat adalah sebuah pilihan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here